Judul Makalah : Penilaian Portofolio
Oleh :
Ketut Suardina, S.Pd
BAB I
Pendahuluan
1.1.Latar
belakang
Kemajuan pendidikan
bergantung pada tiga aspek penting yang tidak bisa di pisahkan yaitu:
kurikulum, proses pembelajaran, dan
penilaian. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu
(Koyan, 2007). Untuk mengimplementasikaan kurikulum, maka di perlukan proses
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum itu sendiri. Harapan
dari proses ini adalah tercapainya tujuaan pembelajaran yang dianggarkan dalam
kurikulum. Tercapai atau tidaknya tujuan
tersebut akan dapat diketahui melalui penilaian yang dilakukan di setiap proses
pembelajaran.
Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan
untuk mengukur dan menilai tingkat
pencapaian kurikulum. Menurut Surapranata dan Hatta (2004) penilaian merupakan
proses menyimpulkan dan menafsirkan data-data serta membuat pertimbanga dasar
yang professional untun mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi, yaitu
informasi tentang peserta didik. Hal ini memberikan arti bahwa penilaian memberikan suatu gambaran yang jelas tentang
perkembangan peserta didik, keefektifan proses pembelajaran, dan kelayakan
kurikulum yang di berlakukan untuk kebutuhan peserta didik. Anggapan tersebut
merupakan salah satu alasan dari pentingnya penerapan system penilaian yang efektif
dan sesui dengan perkembangan kurikulum.
Jika kita telaah kembali, perubahan kurikulum dari
kurikulum yang berbasisi isi, ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang
akhirnya sekarangg disepurnakan lagi menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), telah menyebabkan perubahan paradigma pendidikan
dari behavioristik ke konstruktivistik atau dari teacher center ke student
center. Hal ini tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses
pembelajaran, tetapi juga termasuk perubahan dalam melaksanakan penilaian
pembelajaran siswa. Paradigm pendidikan lama menekankan pada pembelajaran
berbasis behavioristik yang saat ini mulai ditinggalkan, karena pada
kenyataannya , penilaian pembelajaran
lebih ditekankan pada hasil (produk), sehingga yang tersentuh dari penilainnyaa
hanya pada aspek kognitif. Namun kebutuhan penilaian yang sekarang mesti
menyesuaikan dengan karakteristik kurikulum tingkat satuan pedidikan yang
menuntut gambaran tentang perkembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor
siswa. Penilaian yang dibutuhkan bukan hanya sekedar gambara perkembangan
siswa, namun penilaian yang transparan, menyentuh berbagai ranah dan dapat
memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
Penilaian hanya dapat dilakuakan setelah melalui
proses pembelajaran. Dengan demikian, hal ini merupakan tugas utama guru untuk
memikirkan penilaian yang memberikan gambaran secara luas tentang peserta
didik, memberikan inovasi, efektif dan cocok di terapkan untuk KTSP.
KTSP menuntut
suatu pembelajaran yang PAKEM,
disesuaikan dengan lingkungan di masing-masinga daerah, karakteristik siswa dan
kehidupan sosialnya. Beranjak dari kajian tersebut maka Penilaian Portofolio sangat
cocok di terapkan untuk proses pembelajaran, karena model penilaian ini menyentuh
berbagai aspek, baik kognitif siswa, afekti siswa, psikomotor siwa, proses
pembelajaran, atau hal-hal lain yang adapat digunakan sebagai data yang
menggambarkan perkembangan siswa dan proses pembelajaran
Penilaian Portofolio merupakan kumpulan hasil karya
siswa yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan sebagai bukti perkembangan dan
prestasi yang ditunjukkan siswa tersebut dalam hubungannya dengan kompetensi
berpikir, sikap, dan ketrampilannya. Melihat pengertian tersebut, maka
penilaian portofolio merupakan penilaian yang cocok dikembangkan untuk
mengimbangi KTSP. Beranjak dari alasan inilah penulis menerapkan penilaian
portofolio dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan langsung oleh penulis.
1.2.
Rumusan
masalah
1.2.1
Apakah yang melandasi
pentingnya penerapan penilaian portofolio untuk proses pembelajaran?
1.2.2
Bagaimanakah
tahapan-tahapan analisis yang dilakukan terhadap hasil karya siswa?
1.2.3
Bagaimanakah hasil yang
ditunjukkan dari analisis yang telah dilakukan
1.3.
Tujuan
1.3.1. Untuk
mengetahui dan menjelaskan teory-teory yang melandasi pentingnya penerapan
penilaian portofolio untuk proses pembelajaran
1.3.2.
Untuk melakukan secara
langsung tahapan-tahapan analisis yang
dilakukan terhadap hasil karya siswa
1.3.3.
Untuk mengetahui hasil yang ditunjukkan dari analisis yang
telah dilakukan
1.4.
Manfaat
1.4.1. Bagi
pengajar/ penulis
Dengan melaksanakan langsung proses penyusunan
portofolio, maka penulis menjadi lebih mengerti terhadap penilaian porto dan
mempunyai pengalaman untuk nantinya dapat di terapkan secara langsung pada
proses pembelajarran di SD.
1.4.2. Bagi
siswa
Dengan pelaksanaan portofolio ini maka siswa yang
dijadikan objek merasa lebih termotifasi
untuk mempelajari materi yang diberikan pada saat pembelajaran.
Bab II
Kajian Teori
2.1.
Pengertian
Penilaian Portofolio
Portofolio pertama kali di gunakan dalam dunia seni,
yang mengambil makna kumpulan hasil karya-hasil kaya seni para seniman.
Kumpulan ini menunjukkan tingkat perkembangan kreatifitas seniman dalam
berkarya. Dari sinilah portofolio dikembangkan menjadi sebuah penilaian yang di
terapkan langsung dalam pendidikan seni yang selanjutnya portofolio berkembang
ke bidang pendidikan bahasa, matematika, sains, dan ilmu-ilmu social.
Fajar (2002) mengemukakan bahwa portofolio sebagai
model pembelajaran di adap tasi dari model “we
the people… project citizen” yang dikembangkan oleh Center Cipic Education CCE yang berkedudukan di Calabas, Amerika
Serikat. Model ini bersifat generic-pedagogik
dan materinya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing Negara. Penilaian
portofolio saat ini telah digunakan di Negara-negara berkembang sebagai sarana
penilaian dalam pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar. Hal ini terjadi
karena system pendidikan yang semakin berkembang yang akhirnya membutuhkan
instrument penilaian yang memadai terhadap perubahan-perubahan yang di
akibatkan perkembangan tersebut. Marhaeni (2006) mengemukakan bahwa di
negara-negara maju, asesmen portofolio telah lama digunakan untuk instrument
penilaian mahasiswa baru dan menilai perkembangan profesional seorang calon
guru (teacher education). Universitas Tokyo adalah salah satu perguruan
tinggi pertama yang menggunakan portofolio sebagai bahan pertimbangan
penerimaan mahasiswa baru. Di Amerika Serikat bahkan beberapa distrik dan
negara bagian telah menggunakan asesmen portofolio secara formal, seperti di
San Diego dan Vermont. Di Indonesia, wacana tentang asesmen portofolio banyak
terdengar sejak lahirnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dimana asesmen
portofolio merupakan salahsatu pendekatan asesmen yang paling komprehensif yang
digunakan.
Portofolio berasal dari bahasa inggris “portofolio” yang dapat diartikan sebagai
dokumentasi atau surat-surat. Menurut Marhaeni (2007) Portofolio adalah
sekumpulan artefak (bukti karya/kegiatan/data) sebagai bukti (evidence) yang
menunjukkan perkembangan dan pencapaian suatu program. Asesmen portofolio
adalah suatu pendekatan asesmen yang komprehensif karena: (1) dapat mencakup
ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara bersama-sama, (2) berorientasi
baik pada proses maupun produk belajar, dan (3) dapat memfasilitasi kepentingan
dan kemajuan peserta didik secara individual
Dari berbagai pandangan tentang penilaian portofolio
maka dapat disimpulkan bahwa penilaian portofolio merupakan merupakan kumpulan
atau dokumen-dokumen dan hasil karya siswa yang memberikan gambaran tentang
perkembangan diri siswa saat mengalami proses pembelajaran baik dipandang dari
perkembangan aspek kognitif, afektif maupun psikomotornya. Beranjak dari
pagertian tersebut maka penilaian portofolio sangat cocok diterapkan kurikulum
KTSP.
Supranata dan Hatta (2004) menyatakan bahwa
portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai
seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, atau sejenisnya yang
bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses
dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan dalam perusahaan. Dalam dunia
pendidikan portofolio merupakan dokumen-dokumen yang di kumpulkan peserta didik
yang berupa dokumen pembelajaran termasuk lembar kerja dan lembar informasibaik
yang di peroleh dari guru referensi atau sumber lain yang berkaitan dengan ilmu
yang sedang di pelajarinya. Sedangkan bagi guru portofolio merupakan
dokumentasi semua bahan dan sumber dalam proses oembelajaran yang berperan
sebagai instrument evaluasi diri dan peserta didik.
2.2.
Pandangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Terhadap Penilaian Portofolio
Nasution (1989)
mendifinisikan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan
proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau
lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. Dalam hal ini kurikulum dibedakan
menkadi 2 yaitu kurikulum formal dan
kurikulum non formal. Kurikulum
formal merupakan kurikulum yang meliputi: (1) tujuan pelajaran, umum dan
spesifik, (2) bahan pelajaran yang tersusun sistematis, (3) strategi belajar
mengajar serta kegiatan-kegiatannya, (4) system eveluasi untuk mengetahui
hingga mana tukuan tercapai.Sedangkan kurikulum non formal meruapakan
kegiatan-kegiatan yang juga direncanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung
dengan pelajaran akademis dan kelas tertentu.
Dari pengertian tersebut maka dapat di pahami
tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Menurut Koyan (2007) KTSP
adalah kurikulum oprasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing
satuan pendidikan. Dalam pengembangannya KTSP memiliki prinsip-prinsip sebagai
berikut: (1) berpusat pada potensi ,perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungan, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap
perkembangan olmu pengetahuan, teknologi dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan
hidup, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan
(7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Dipandang dari prinsip-prinsip tersebut, maka KTSP merupaka
kurikulum yang mementingkan keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektih
dan psikomotor siswa, sehingga pendidikan bukan hanya sekedar teori, melainkan
praktek dan sikap yang disesuaikan dengan pekembangan zaman. Dengan alasan ini
maka penilaian portofolio memiliki karakteristik yang cocok untuk dikembangkan
dalam proses pembelajaran dengan kurikulum KTSP, karena porto folio mencakup
gambaran berbagai aspek perkembangan siswa yang dapat dapat digunakan olehguru
sebagai dasar pengembangan proses pembelajaran selanjutnya.
2.3.
Fungsi,
Tujuan, Prinsip, dan Karakteristik Penilaian Portofolio
Menurut Surapranata dan Hatta( 2004) portofolio berfungsi
untuk: (1) melihat perkembangan tanggung
jawab peserta didik dalam belajar, (2) perluasan dimensi belajar, (3)
pembaharuan kembali proses belajar mengajar, (4) penekanan pada pengembangan
pandangan peserta didik dalam belajar. Sedangkan tujuan portofolio adalah:
(1) menghargai perkembangan yang
dialami siswa, (2) mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung,
(3) memberi perhatian atas prestasi
kerja siswa yang terbaik, (4) merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan
melakukan eksperimentasi, (5) meningkatkan efektivitas proses pengajaran, (6) bertukar informasi dengan orang tua wali dan guru lain,
(7) bembina dan mempercepat
pertumbuhan konsep diri positif pada siswa,
(8) meningkatkan kemampuan
melakukan refleksi diri, (9) embantu siswa dalam merumuskan tujuan. Prinsip penilaina
pertofolio adalah: saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan
dan kesesuaian, penciptaan budaya mengajar, refleksi bersama, proses dan hasil.
Karakteristik
portofolio adalah: (1) multi sumber
yaitu memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence,(2) autentik artinya evidence
peserta didik yang dinilai haruslah
berkaitan dengan program pengajaran, kriteria, kegiatan, standar kompetensi,
kompetensi dasar, dan indikator yang hendak dicapai, (3) dinamis artinya
mencakup perkembangan dan perubahan (capturing
growth and change), (4) eksklusit artinya semua tujuan pembelajaran berupa
kompetensi dasa dan indikator harus dinyatakan secara jelas, (5) integrasi
artinya berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan
kehidupan nyata, (6) kepemilikan artinya tidak hanya sekedar menilai atau
membuat peringkat peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain tetapi
harus menyambungkan antara evidence
peserta didik dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, atau indikator
pencapaian belajar, (7) beragam tujuan artinyadilaksanakan tidak hanya mengacu
pada satu standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil
belajar, tetapi juga mengacu keberbagai tujuan pembelajaran.
2.4.
Pedoman
dan langkah-langkah penyusunan portofolio
Hal-hal yang perlu
diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di
sekolah, antara lain:
1. Karya siswa adalah
benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik
yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil
karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
2. Saling percaya
antara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus
memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga
terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.
3. Kerahasiaan bersama antara
guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan
peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak
yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan.
4. Milik bersama (joint ownership) antara
peserta didik dan guru
Guru
dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga
peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan
berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
5. Kepuasan
Hasil
kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan
dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
6. Kesesuaian
Hasil
kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang
tercantum dalam kurikulum.
7. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil.
Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang
kinerja dan karya peserta didik.
8. Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan
dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang
sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.
Secara umum penilaian penerapan penilaian portofolio dapat
dilalui dengan 3 taha, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan Analisis.
a). Perencanaan
(1) Menentukan tujuan dan fokus (standar kompetensi, kompetensi
dasar, kriteria keberhasilan)
(2) Merencanakan isi portofolio, yang meliputi pemilihan prosedur
asesmen, menentukan isi/topik, dan menetapkan frekuensi dan waktu dilakukannya
asesmen.
(3) Mendesain cara menganalisis portofolio, yaitu dengan
menetapkan standar atau kriteria penilaian, menetapkan cara memadukan hasil
penilaian dari berbagai sumber, dan menetapkan waktu analisis.
(4) Merencanakan penggunaan portofolio dalam pembelajaran, yaitu
berupa pemberian umpan balik.
(5) Menentukan prosedur pengujian keakuratan informasi, yaitu
menetapkan cara mengetahui reliabilitas informasi dan validitas penilaian.
b). Implementasi model (terpadu dengan pembelajaran)
(1)
Mengumumkan tujuan dan fokus pembelajaran kepada peserta didik.
(2)
Menyepakati prosedur asesmen yang digunakan serta kriteria penilaiannya.
(3) Mendiskusikan
cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil maksimal.
(4)
Melaksanakan asesmen portofolio (folder, evaluasi diri)
(4) Memberikan
umpan balik terhadap karya dan evaluasi diri
c). Analisis portofolio peserta didik
(1)
Mengumpulkan folder
(2)
Menganalisis berbagai sumber dan bentuk informasi
(3)
Memadukan berbagai informasi yang ada
(4)
Menerapkan kriteria penilaian yang telah disepakati
(5)
Melaporkan hasil asesmen
2.5.
Jenis-jenis
penilaian portofoliao
2.5.1. Portofolio
proses
Menurut
Tatang Herman (2009) Portofolio proses mengandung semua segi atau fase dari
proses belajar. Biasanya sangat bermanfaat mendokumentasi proses belajar siswa
secara menyeluruh. Dalam hal ini guru perlu mengetahui bagaimana siswa
memadukan pengetahuan atau keterampilan yang bersifat khusus dengan progres dalam
membangun pemahaman dasar dan pemahaman yang lebih kompleks. Dengan demikian.
portofolio proses lebih menekankan pada refleksi siwa terhadap proses belajar,
sehingga entri-entrinya termasuk jurnal reflektif, learning log, dan bentuk
lainnya yang menunjukkan proses
metakognitif
2.5.2. Portofolio
pameran,
Wahono
Widodo (2009) mengemukakan bahwa Di dalam portofolio “pameran” atau protofolio
contoh, guru menyediakan daftar isi suatu topik, dan siswa mengevaluasi
elemen-elemen untuk portofolionya dan memberikan alasan rasional untuk tiap
seleksinya. Siswa diingatkan untuk tidak sekedar memasukkan karya yang dinilai
baik oleh guru, akan tetapi harus pula mempertimbangkan audien dan tujuan
portofolio itu. Di dalam evaluasi portofolio, guru melakukan pertemuan dengan siswa,
dan guru memberikan umpan balik sumatif
terhadap produk siswa serta umpan balik formatif tentang alasan siswa selama
proses seleksi karyanya. Portofolio pameran merupakan suatu bentuk portofolio
2.5.3. Portofolio
refleksi
Menurut
Hein & Price ( dalam Wahono Widodo, 2009) refleksi merupakan bagian terpenting dalam
proses portofolio. Siswa dapat menjelaskan secara lisan maupun tertulis mengapa
siswa menyeleksi seperti itu dan penjelasan tersebut merupakan bagian dari
portofolio. Proses portofolio mendorong siswa menjadi pebelajar reflektif tentang apa yang telah mereka kerjakan,
kesulitan-kesulitan yang ditemui, dan apa yang telah dipelajarinya
BAB III
Analisis Hasil Karya
Siswa
Proses pelaksanaan portofolio ini dilakukan secara
langsung di rumah siswa. Proses dilakukan dengan menjajagi terlebih dahulu
siswa yang dijadikan objek, selanjutnya direncanakanlah jadwal pertemuan dengan
siswa. Pada saat pembelajaran terlebiih dahulu siswa diberikan materi secara
umum, selanjutnya siswa diberikan masalah untuk dipecahkan sendiri, sehingga
siswa benar benar mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Dengan berbagai
motivasi yang diberikan, maka siswa memiliki semangat untuk mengikuti proses
pembelajaran dan proses pengerjaan tugas. Hal ini juga berpengaruh terhadap
karya yang dihasilkan peserta didik.
Analisis karya siswa dilakukan melalui 3 tahap yaitu
: tahap perencanaan, tahap pengumpulan hasil karya, dan tahap analisis karya
siswa.
1.
Tahap
Perencanaan
Isi portofolio adalah tinjauan proses
dan hasil pembelajaran yang berupa: sikap siswa dalam pembelajaran, proses
pengerjaan tugas, dan hasil karya yang di tampilkan. Isi tersebut mengacu pada
kompetensi yang ingin di capai dalam pembelajaran. Mata pelajaran yang
dibelajarkan kepada siswa adalah mata pelajaran Matematiak semester 2 dengan
materi Bangun Ruang
Dalam
tahap ini disusun tujuan penilaian, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(terlampir), rubric, standar nilai
evidence dan jadwal pertemuan dengan siswa. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan
penilaian ini pada dasarnya sama dengan tujuan yang dipaparkan dalam kajian
teori.
Berikut
ini adalah silabus beserta RPP lengkap dengan LKS dan rubrik yang digunakan dalam prosoes pembelajaran
|
Pertemuan 1
|
(RPP)
Nama
Sekolah : SD N
Bestala
Mata
Pelajaran :
Matematika
Subtematema :Bangun Ruang Sederhana
Kelas/Semester : IV/2
Alokasi
Waktu : 35 menit ( 1
x pertemuan )
Standar
Kompetensi:
8. Memahami
sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Kompetensi Dasar:
8.1. Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana
Indikator
1. Mengklasifikasikan
benda-benda yang ada di lingkungan sekitar yang termasuk kedalam jenis kubus,
balok, tabung, kerucut dan bola
2. Mengidentifikasi
sifat-sifat kubus
3. Mengidentifikasi
sifat-sifat balok
4. Medentifikasi
sifat-sifat tabung, kerucut dan bola
Tujuan
1. Mengetahui jenis-jenis benda yang
ada disekitar siswa yang termasuk bangun ruang
2. Mengetahui sifat-sifat kubus
3. Mengetahui sifat-sifat balok
4. Mengetahui sifat-sifat tabung, kerucut dan bola
Uraian Materi
Dalam
bangun ruang dikenal istilah sisi, rusuk, dan titik sudut. Mari kita perhatikan
bangun ruang berikut ini.
|
Pertemuan 1
|
Sisi
adalah bidang atau permukaan yang
membatasi bangun ruang. Rusuk adalah garis yang merupakan
pertemuan dari dua sisi bangun ruang. Titik sudut adalah titik pertemuan
dari tiga buah rusuk pada bangun ruang.
a. Sifat-sifat
kubus
Ø Mempunyai
6 sisi pada bangun ruang kubus
.Sisi-sisi kubus tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang berukuran
sama.
Ø Mempunyai
12 rusuk pada bangun ruang
kubus.Rusuk-rusuk kubus tersebut mempunyai panjang yang sama.
Ø Mempunyai 8
titik sudut pada bangun ruang kubus.
b. Sifat-sifat
balok
Ø ada 6 sisi
pada bangun ruang balok.
Sisi ABCD = sisi
EFGH
|
Pertemuan 1
|
Sisi ABFE = sisi
EFGH
Ø ada 12
rusuk pada bangun ruang kubus.
Rusuk AB = rusuk
EF = rusuk HG = rusuk DC
Rusuk BC = rusuk
FG = rusuk EH = rusuk AD
Rusuk AE = rusuk
BF = rusuk CG = rusuk DH
Ø Mempunyai 8
titik sudut pada bangun ruang balok
c. Sifat-sifat
tabung, krucut dan balok
|
Gambar
Bola
|
|
Gambar
Kerucut
|
|
Gambar
Tabung
|
Bangun
ruang tabung mempunyai 3 buah sisi, yaitu sisi lengkung, sisi atas, dan sisi
bawah. Tabung mempunyai 2 buah rusuk, tetapi tidak mempunyai titik sudut.
Bangun
ruang kerucut mempunyai dua buah sisi, yaitu sisi alas dan sisi lengkung.
Kerucut hanya mempunyai sebuah rusuk dan sebuah titik sudut yang biasa disebut
titik puncak.
Yang
terakhir, bangun ruang bola hanya memiliki sebuah sisi lengkung yang menutupi
seluruh bagian ruangnya.
|
Pertemuan 1
|
- Pendahuluan
a. Kordinasi
dan mempersiapkan siswa untuk belajar
b. Mengingatkan
kembali, menghubungkan, mengkaitkan materi yang sudah di ajarkan sebelumnya
dengan materi yang akan diajarkan. (Apersepsi)
c. Menjelaskan
tujuan dan langkah belajar.
- Kegiatan Inti
Eksplorasi
1.
Guru menjelaskan
tentang bangun ruang secara umum
Elaborasi
2. Siswa
mencatat benda-benda yang ada di sekitarnya
yang termasuk bangun ruang
3. Siswa
membandingkan sifat-sifat yang dimiliki benda yang dicatat tersebut dengan
media bangun ruang yang di bawa guru
4. Siswa
mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang yang ada dalam benda tersebut
5. Siswa
mengkalasifikasikan benda-benda tersebut sesuai dengan jenisnya
Konfirmasi
6. Siswa
merefleksi hasil kerjanya.
7. Siswa
mengumpulkan hasil kerjanya (identifikasi benda-benda berbentuk bangun ruang)
-
Kegiatan penutupPertemuan 1
1. Siswa
dan guru meresume/menyimpulkan hasil kegiatan pembelajan.
2. Guru
memberikan evaluasi terhadap hasil kerja siswa dan memberikan pekerjaan rumah
kepada siswa (mendata lagi benda-benda yang ada di lingkungan sendiri yang
berbentuk bangun ruang ruang)
Pendekatan Pembelajaran
Contextual
Teaching and Learning (CTL) atau Pendekatan Kontekstual
Alat dan Bahan
Buku
teks, benda-benda sekitar siswa, media berupa bangun ruang
Penilaian
Rubrik (terlampir)
|
Bestala,
Minggu 9 Mei 2010
Mahasiswa
Pengajar
Ketut
Suardina
|
|
Pertemuan 1
|
(Lembar
Kerja Siswa)
BANGUN RUANG SEDERHANA
|
Kegiatan 1
|
1. Ambillah
buku catatan dan data benda-benda di sekitarmu yang termasuk ke dalam jenis
bangun ruang!
2. Amati
dan catat sifat-sifat benda tersebut!
3. Kalasifikasikan
benda-benda yang sudah didata itu sesuai dengan jenis bangunnya!
Table Klasifikasi Benda
|
No
|
Nama Benda
|
Sifat-Sifat
Benda
|
Jenis Bangun
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pertemuan 1
|
|
Kegiatan 2
|
Salin
kedalam kertas kerja dan lengkapi titik yang ada dalam table dengan jawaban
yang benar! (Untuk dikerjakan di rumah)
|
Pertemuan 1
|
Nama
Siswa:
|
Ranah
|
Aspek
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
Kognitif
|
1. Dapat mendata benda-benda yang
termasuk bangun ruang
|
|
|
|
|
|
|
2. Dapat membandingkan ciri-ciri
benda dengan media bangun ruang yang di bawakan guru
|
|
|
|
|
|
|
|
3. Dapat mengklasifikasikan
benda-benda tersebut jedalam jenis-jenis bangun ruang
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Dapat mengidentifikasi sifat-sifat yang dimiliki
bangun ruang
|
|
|
|
|
|
|
|
Afektif
|
1. Sikap yang ditunjukkan dalam berinteraksi dengan guru
|
|
|
|
|
|
|
2. Sikap dalam mengambil keputusan
|
|
|
|
|
|
|
|
3. Control emosi saat bekerja
|
|
|
|
|
|
|
|
Psikomotor
|
1.
Cara siswa bekerja
|
|
|
|
|
|
|
2.
Kerapian pekerjaan
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Kerapian tulisan
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan
Guru
|
Refleksi
Diri
|
Pertemuan 1
|
Nama
:
Karya
:
Hari/tanggal :
Mata pelajaran:
Sub Tema :
|
Komponen
|
Refleksi
|
|
Kegiatan
1
Klasifikasi benda-benda yang berbentuk bangun
ruang
|
|
|
Kegiatan
2
Melengkapi Tabel
|
|
|
Pertemuan 2
|
(RPP)
Nama
Sekolah : SD N
Bestala
Mata Pelajaran : Matematika
Subtematema : Jaring-Jaring Kubus
dan Balok
Kelas/Semester : IV/2
Alokasi
Waktu : 2x35 menit (
1 x pertemuan )
Standar
Kompetensi:
8. Memahami
sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Kompetensi Dasar:
8.2. Menentukan jaring-jaring balok dan kubus
Indikator
1. Mengamati
struktur jarring-jaring kubus dan balok
2. Membuat
berbagai bentuk jaring-jaring kubus dan
balok
3. Membuat jaring-jaring
kubus dan balok
Tujuan
5. Mengetahui system terbentuknya
jarring-jaring kubus dan balok
6. Mengetahui berbagai jenis
jaring-jaring yang bias membentuk bangun kubus dan balok
7. Mengetahui cara membuat jaring-jaring kubus dan balok
Uraian materi
Bangun ruang kubus dan balok
terbentuk dari bangun datar persegi dan persegi panjang. Gabungan dari beberapa
persegi yang membentuk kubus disebut jaring-jaring kubus. Sedangkan jaring-jaring
balok adalah gabungan dari beberapa persegi panjang yang membentuk balok.
|
Pertemuan 2
|
- Pendahuluan
d. Kordinasi
dan mempersiapkan siswa untuk belajar
e. Mengumpulkan
PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya
f. Mengingatkan
kembali, menghubungkan, mengkaitkan materi yang sudah di ajarkan sebelumnya
dengan materi yang akan diajarkan. (Apersepsi)
g. Menjelaskan
tujuan dan langkah belajar.
- Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menjelaskan singkat tentang jaring-jaring balok dan kubus secara umum
Elaborasi
2. Siswa
menganalisis bentuk jarring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan
balok
3. Siswa mencatat
hasil analisis.
4. Siswa
menyalin hasil analisi ke dalam kertas kerja.
5. Guru
memberikan penguatan-penguatan terhadap siswa.
Konfirmasi
6. Siswa merefleksi hasil kerjanya.
7. Siswa
mengumpulkan hasil kerjanya
- Kegiatan penutup
3. Siswa
dan guru meresume/menyimpulkan hasil kegiatan pembelajan.
4. Guru
memberikan evaluasi terhadap hasil kerja siswa
5. Guru
memberikan pekerjaan rumah kepada siswa (membuat sebuah jarring-jaring balok
dan kubus dengan kertas manila)
Model Pembelajaran
Inkuiri
Alat dan Bahan
Buku
teks, kertas A4, media berupa bangun ruang
Penilaian
Rubrik (terlampir)
|
Pertemuan 2
|
(Lembar
Kerja Siswa)
Jaring-Jaring Kubus dan Balok
|
Kegiatan 1
|
Mari
menentukan manakah di antara gambar berikut yang merupakan jaring-jaring kubus
!
Mari
menentukan manakah di antara gambar berikut yang merupakan jaring-jaring balok
!
|
Kegiatan 2
|
|
Buatlah
jaring-jaring kubus dan balok
semenarik mungkin dengan kertas manila atau kertas gambar. Buat dengan
ukuran bebes (sebagai pekerjaan rumah
|
Rubrik
Nama
Siswa:
|
Ranah
|
Aspek
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
Kognitif
|
1. Dapat mengidentivikasi dengan cermat
bagian-bagian dari jarring-jaring kubus dan balok
|
|
|
|
|
|
|
2. Dapat menyimpulkan dengan dengan tepat hasil
identifikasi
|
|
|
|
|
|
|
|
3. Dapat mengklasifikasikan beberapa bentuk
jarring-jaring yang dapat membentuk kubus dan balok
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Dapat
memberikan alasan yang tepat dari masing-masing klasivikasi tersebut
|
|
|
|
|
|
|
|
Afektif
|
1. Sikap yang ditunjukkan dalam proses pembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
2. Sikap dalam mengambil keputusan
|
|
|
|
|
|
|
|
3. Control emosi saat bekerja
|
|
|
|
|
|
|
|
Psikomotor
|
4.
Cara siswa bekerja
|
|
|
|
|
|
|
5.
Kerapian pekerjaan
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
Kerapian tulisan
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan
Guru
|
Refleksi
Diri
Refleksi
Diri
Nama
:
Karya
:
Hari/tanggal
:
Mata pelajaran:
Sub Tema :
|
Komponen
|
Refleksi
|
|
Kegiatan 1
Klasifikasi
jarring-jaring yang dapat membentuk
bangun ruang
|
|
|
Kegiatan 2
Membuat
jarring-jaring kubus dan balok
|
|
Standar
nilai yang di gunakan untuk menilai hasil karya siswa adalah sebagai berikut:
100
– 85 =A (Istimewa)
84
– 75 = B (Baik)
74
– 55 = C (Cukup)
54
– 0 = D
(kurang)
Jika hasil karya siswa hanya mampu
meraih nilai cukup atau kurang, maka perlu diadakan pembenahan terhadap scenario
pembelajaran atau mengganti model yang digunakan dalam pembelajaran dan
menjelaskan kembali dengan sebaik-baiknya materi yang disampaik. Namun jika
siswa memperoleh nilai baik atau istimewa maka model pembelajaran tetap di
pertahankan dan dikembangkan lagi agar siswa biasa mempertahankan dan
meningkatkan nilai tersebut untuk hasil karya yang berikutnya.
Berikut
ini adalah jadwal pertemuan dengan siswa:
|
Pertemuan
|
Hari/tanggal/bulan/tahun
|
Kegiatan
|
SK
|
KD
|
Ket.
|
|
|
Selasa/11/5/ 2010
|
Penjajagan
|
|
|
|
|
Pertemuan I
|
Minggu/16/5/ 2010
|
Penyajian materi dan pengerjaan tugas
|
Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan
antar bangun datar
|
Menentukan sifat-sifat bangun
ruang sederhana
|
|
|
Pertemuan II
|
Minggu/23/5/
2010
|
Penyajian materi,
pengerjaan tugas
|
Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan
antar bangun datar
|
Menentukan jaring-jaring kubus dan balok
|
|
|
Pertemua III
|
Minggu/30/ 2010
|
Pemberian umpan
balik, perbaikan hasil karya, refleksi diri
|
|
|
|
|
|
Setiap ada waktu luang setelah tgl 30 mei
|
ANALISIS HASIL KARYA
|
|
|
|
2.
Tahap
pengumpulan data
Tahap pengumpulan data ini merupakan tahap
implementasi RPP atau proses penyelenggaraan pembelajaran yang sudah sepenuhnya
di rancang pada tahap I. Dalam proses penyelenggaraan pembelajaran ini
diberikan tugas-tuga yang merupakan bentuk hasil karya siswa. Dalam tahap ini
juga didapatkan berbagai informasi tentang perkembangan siswa secara langsung
baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor melalui instrument
penilaian yang berupa rubric. Selanjutnya data-data perkembangan dan hasil
karya siswasiswa dikumpulkan dan disimpan dalam satu map.
Berikut ini adalah beberapa hasil dokumentasi saat
proses pembelajaran berlangsung
Gambar 1 proses pengerjaantugas
Gambar
2 proses revisi tugas
3.
Tahap
analisis hasil karya siswa.
Dari
proses pembelajaran yang di sajikan pada setiap pembelajaran, maka didapatkan hasil karya yang berupa laporan klasifikasi
benda berbentuk bangun ruang yang ada disekitar siswa, tabel hasil identifikasi
unsure-unsur bangun ruang, data pengamatan tentang bentuk jarring-jaring yang
dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok, jaring- jaring bangun rung dan
balok.
Berikut
adalah analisis hasil karya tersebut:
a. Hasil
karya siswa dalam pertemuan I : klasifikasi benda berbentuk bangun ruang
Ø Rubric
(ada dalam arsip)
Melalui rubric
ini diperoleh nilai sebagai berikut:
Total skor = jumlah skor x × 2
= ((3 × 3) + (4 × 5) + (5 × 2)) ×
2
= 39 × 2
= 78
Jika disesuaikan
dengan criteria penilaian, maka nilai hasil karya siswa ini adalah Baik
Ø Hasil
karya ( ada dalam arsip)
Ø Catatan
refleksi guru terhadap proses pembelajaran (ada dalam arsip)
Sesuai dengan
data yang didapat langsung dalam proses pembelajaran, maka bisa dibilang
kegiatan pembelajaran sudah berjalan dengan
“baik”
Ø Refleksi
diri (ada dalam arsip)
Refleksi diri
menyatakan bahwa siswa cukup puas dengan proses pembelajaran yang sudah
dilaluinya.
b. Tabel
hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang (merupakan tugas rumah)
Ø Rubric
(ada dalam arsip)
Nilai yang
diperolehadalah 90. Angka tersebut
menunjukkan bahwa siswa telah memahami tentang materi yang disampaikan
pada saat pembelajaran
Ø Hasil
karya (ada dalam arsip)
Ø Refleksi
diri (ada dalam arsip)
Sesuai dengan data
refleksi diri, Siswa merasa lebih
mengerti terhadap konsep unsure-unsur bangun ruang
Berikut ini adalah arsip pertemuan
1:
c. Data
pengamatan tentang jaring-jaring yang
dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok
Ø Rubric
(ada dalam arsip)
Nilai yang
didapat adalah sesuai dengan data yang ditunjukkan dalam rubric adalah:
Total skor =
jumlah skor x × 2
= ((3 × 1) + (4 × 7) + (5 × 2)) ×
2
= 41 × 2
= 82
Jika disesuaikan
dengan criteria penilaian, maka nilai hasil karya siswa ini adalah Baik
Ø Hasil
karya (ada dalam arsip)
Ø Catatan
dan refleksi guru terhadap proses pembelajaran (ada dalam arsip)
Sesuai data yang
didapat dari proses pembelajaran maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran
berjalan dengan baik
Ø Porto
folio pameran
Ø Portofolio
refleksi: (ada dalam arsip)
Data refleksi
diri menyatakan bahwa siswa cukup puas dengan pembelajaran yang telah
dilaluinya.
d. Jaring-
jaring bangun rung dan balok (merupakan tugas rumah)
Ø Rubric
(ada dalam arsip)
Skor yang diperoleh dari karya ini adalah 96, jika di masukkan dalam
criteria penilaian maka karya ini mendapatkan nilai Amat Baik.
Ø Hasil
karya (ada dalam arsip)
Ø Portofolio
refleksi: (terlampir)
Dari data refleksi ini,
maka dapat dinyatakan bahwa siswa cukup puas dengan pembelajaran yang telah
dilaluinya
Berikut ini adalah arsip pertemuan
2:
BAB IV
Pembahasan
Hasil
analisis terhadap karya siswa pada saat pembelajaran dan hasil karya yang
dikerjakan dirumah (PR), menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh siswa mengalami
peningkatan. Berikut ini adalah table perolehan nilai hasil karya siswa dari
pertemuan 1 sampai pertemuan 2.
|
No
|
Hasil karya
|
Total skor
|
Nilai
|
|
1
|
klasifikasi benda
berbentuk bangun ruang
|
79
|
Baik
|
|
2
|
Tabel hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang
(tugas rumah)
|
90
|
istimewa
|
|
3
|
Data pengamatan
tentang jaring-jaring yang dapat
membentuk bangun ruang kubus dan balok
|
82
|
Baik
|
|
4
|
Jaring- jaring bangun
rung dan balok (tugas rumah)
|
96
|
Istimewa
|
Pada
pertemuan pertama siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan
mengerjakan tugas sesuai petunjuk. Hal ini ditunjukkan dari data-data harian
(catatan dan refleksi guru terhadap proses pembelajaran) dan skor yang
ditunjukkan oleh hasil karya siswa. Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa
siswa mampu mencapai nilai “baik” terhadap proses pembelajaran dan hasil karya
yang di buat. Hasil karyanya adalah berupa table klasifikasi benda berbentuk
bangn ruang. Nilai hasil karya tersebut tersebut ditunjukkan dengan total sekor
79. Ketika skor tersebut dimasukkan dalam criteria penilaian maka memang benar karya
tersebut menunjukkan nilai yang “baik”
Selanjutnya tugas rumah pada pertemuan 1 yang menghasilkan karya berupa Tabel hasil
identifikasi unsure-unsur bangun ruang (tugas rumah) memperoleh skor 90. Skor
tersebut jika di masukkan dalam criteria penilaian, maka nilai yang diperoleh
adalah “istimewa”. Sesuai dengan data pengamatan siswa mengerjakan tugas
tersebut dengan mandiri tanpa bantuan orang lain. Dengan data tersebut maka
dapat di simpulkan bahwa siswa telah memahami dengan baik tentang materi bangun
ruang.
Pada pertemuan 2, pembelajaran membahas tentang
jarring-jaring kubus dan balok. Karya yang dihasilkan pada saat pembelajaran
adalah data pengamatan tentang
jaring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok. Karya
ini memperoleh sekor 82. Jika dibandingkan dengan hasilkarya pada proses
pembelajaran pada pertemuan 1, maka
dapat dilihat suatu peningkatan perolehan skor. Yaitu dari skor 79 ke skor 82.
Hal ini menunjukkan motivasi siswa dalam belajar sudah mengalami peningkatan.
Selain itu, data pengamatan guru pada saat pembelajaran juga menunjukkan bahwa
siswa memang benar sungguh-sungguh mengikuti pelajaran, sehingga dapat di
katakana bahwa pembelajaran berjalan dengan efektif.
Pada pertemuan 2 ini juga menghasilkan karya yang
merupakan pekerjaan rumah berupa
jarring-jaring kubus dan balok. Hasil karya ini memperoleh skor tertinggi dari
yang lainnya yaitu 96. Skor ini jika dimasukkan kedalam criteria penilaian maka
nilai yang di peroleh adalah “istimewa”. Jika dibandingkan dengan skor
pekerjaan rumah pada pertemuan satu, maka dapat dilihat peningkatan perolehan
skor yaitu dari 90 ke 96. Selain itu, sesuai dengan data yang didapat siswa
memang mengerjakan tugas secara mandiri, dalam artian tankpa bantuan orang
lain, sehingga jika data tersebut di akumulasikan maka dapat di simpulkan bahwa
siswa sudah memahami materi yang disampaikan pada saat pembelajaran.
Melihat perolehan skor hasil karya siswa maka
jarring-jaring kubus dan jaring-jaring balok merupakan karya terbaik siswa.
Karya ini patu di pamerkan baik kepada kepala sekolah, guru-guru pengajar siswa
yang ada disekolahnya, teman-temannya, maupun kepada orang tua siswa.
BAB
V
Penutup
5.1. Simpulan
Penilaian
Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang sengaja dikumpulkan untuk
digunakan sebagai bukti perkembangan dan prestasi yang ditunjukkan siswa
tersebut dalam hubungannya dengan kompetensi berpikir, sikap, dan
ketrampilannya.
Dalam
laporan penyusunan portofolio ini ditemukan peningkatan prestasi belajar siswa.
Hal ini dapat dilihat dari skor karya siswa (pengerjaan LKS) pada pertemuan 1
yaitu 79 (Baik), dan sedangkan pada pertemuan 2 yaitu 82(Baik). Sedangkan skor
tugas rumah pada pertemuan 1 yaitu 90(Istimewa) dan pada pertemuan 2 yaitu
96(Istimewa). Selain dengan tuga, dapat juga dilihat dari data hasil pengamatan
dan refleksi siswa, maka dapat dinyatakan bahwa proses yang terjadi pada saat
pembelajaran berjalan dengan efektif.
5.2. Saran
Bagi siswa
Melihat prestasi
yang cukup bagus, maka diharapkan siswa untuk terus belajar dengan giat agar
bisa dapat memperoleh nilai yang lebih bagus dari sebelumnya.
Bagi pembaca
Setidaknya pembaca
harus bisa menghargai hasil karya siswa, agar motivasi belajar siswa bisa
meningkat.
Daftar Pustaka
Fajar, Arnie. 2004. Portofolio Dalam Pelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosadakarya
Koyan, I Wayan. 2007. Telaah Kurikulum (Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Singaraja: Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Ganesha
Marhaeni, A.A. Istri. N. 2006. Asesmen Portofolio Dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi.
Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha
Marhaeni, A.A. Istri. N. 2007. Asesmen Otentik Dalam Rangka Ktsp Suatu Upaya Pemberdayaan Guru dan
Siswa. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha
Nasution.1989. Kurikulum
dan Pengajaran. Bandung: Bumi Aksara
Supranata, Sumarna & Hatta, Muhammad. 2004. Penilaian Portofolio Implementasi
Kurikulum 2004.Bandung: PT Remaja Rosadakarya
Tatang, Herman (2009). Inovasi Pembelajaran Melalui Portofolio.
http://vahonov.files.wordpress.com/2009/07/asesmen-portofolio.pdf.
diakses pada tanggal 1 juni 2010
Wahono, Widodo. 2009. Asesmen Portofolio.
http://vahonov.files.wordpress.com/2009/07/asesmen-portofolio.pdf.
diakses pada tanggal 1 juni 2010
Penilaian Portofolio
Identitas
Siswa:
1. Nama : Ketut Artiasih
2. Kelas/smt :
IV/II
3. Asal
Sekolah : SD N Bestala
4. Alamat
siswa : Desa Bestala, Kec.
Seririt, Kab.
Buleleng