Senin, 23 Juli 2012

PENILAIAN PORTOFOLIO


Judul  Makalah         : Penilaian Portofolio
Oleh                            : Ketut Suardina, S.Pd

BAB I
Pendahuluan
1.1.Latar belakang
Kemajuan pendidikan  bergantung pada tiga aspek penting yang tidak bisa di pisahkan yaitu: kurikulum, proses pembelajaran, dan  penilaian. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (Koyan, 2007). Untuk mengimplementasikaan kurikulum, maka di perlukan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum itu sendiri. Harapan dari proses ini adalah tercapainya tujuaan pembelajaran yang dianggarkan dalam kurikulum. Tercapai atau tidaknya  tujuan tersebut akan dapat diketahui melalui penilaian yang dilakukan di setiap proses pembelajaran.
Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk  mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum. Menurut Surapranata dan Hatta (2004) penilaian merupakan proses menyimpulkan dan menafsirkan data-data serta membuat pertimbanga dasar yang professional untun mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi, yaitu informasi tentang peserta didik. Hal ini memberikan arti bahwa penilaian  memberikan suatu gambaran yang jelas tentang perkembangan peserta didik, keefektifan proses pembelajaran, dan kelayakan kurikulum yang di berlakukan untuk kebutuhan peserta didik. Anggapan tersebut merupakan salah satu alasan dari pentingnya penerapan system penilaian yang efektif dan sesui dengan perkembangan kurikulum.
Jika kita telaah kembali, perubahan kurikulum dari kurikulum yang berbasisi isi, ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang akhirnya sekarangg disepurnakan lagi menjadi Kurikulum  Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),  telah menyebabkan perubahan paradigma pendidikan dari behavioristik ke konstruktivistik atau dari teacher center ke student center. Hal ini tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga termasuk perubahan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran siswa. Paradigm pendidikan lama menekankan pada pembelajaran berbasis behavioristik yang saat ini mulai ditinggalkan, karena pada kenyataannya  , penilaian pembelajaran lebih ditekankan pada hasil (produk), sehingga yang tersentuh dari penilainnyaa hanya pada aspek kognitif. Namun kebutuhan penilaian yang sekarang mesti menyesuaikan dengan karakteristik kurikulum tingkat satuan pedidikan yang menuntut gambaran tentang perkembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Penilaian yang dibutuhkan bukan hanya sekedar gambara perkembangan siswa, namun penilaian yang transparan, menyentuh berbagai ranah dan dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
Penilaian hanya dapat dilakuakan setelah melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, hal ini merupakan tugas utama guru untuk memikirkan penilaian yang memberikan gambaran secara luas tentang peserta didik, memberikan inovasi, efektif dan cocok di terapkan untuk KTSP.
 KTSP menuntut suatu pembelajaran yang  PAKEM, disesuaikan dengan lingkungan di masing-masinga daerah, karakteristik siswa dan kehidupan sosialnya. Beranjak dari kajian tersebut maka Penilaian Portofolio sangat cocok di terapkan untuk proses pembelajaran, karena model penilaian ini menyentuh berbagai aspek, baik kognitif siswa, afekti siswa, psikomotor siwa, proses pembelajaran, atau hal-hal lain yang adapat digunakan sebagai data yang menggambarkan perkembangan siswa dan proses pembelajaran
Penilaian Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan sebagai bukti perkembangan dan prestasi yang ditunjukkan siswa tersebut dalam hubungannya dengan kompetensi berpikir, sikap, dan ketrampilannya. Melihat pengertian tersebut, maka penilaian portofolio merupakan penilaian yang cocok dikembangkan untuk mengimbangi KTSP. Beranjak dari alasan inilah penulis menerapkan penilaian portofolio dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan langsung oleh penulis.


1.2.   Rumusan masalah
1.2.1           Apakah yang melandasi pentingnya penerapan penilaian portofolio untuk proses pembelajaran?
1.2.2           Bagaimanakah tahapan-tahapan analisis yang dilakukan terhadap hasil karya siswa?
1.2.3           Bagaimanakah hasil yang ditunjukkan dari analisis yang telah dilakukan
1.3.   Tujuan
1.3.1.      Untuk mengetahui dan menjelaskan teory-teory yang melandasi pentingnya penerapan penilaian portofolio untuk proses pembelajaran
1.3.2.         Untuk melakukan secara langsung  tahapan-tahapan analisis yang dilakukan terhadap hasil karya siswa
1.3.3.         Untuk mengetahui  hasil yang ditunjukkan dari analisis yang telah dilakukan
1.4.   Manfaat
1.4.1.      Bagi pengajar/ penulis
Dengan melaksanakan langsung proses penyusunan portofolio, maka penulis menjadi lebih mengerti terhadap penilaian porto dan mempunyai pengalaman untuk nantinya dapat di terapkan secara langsung pada proses pembelajarran di SD.
1.4.2.      Bagi siswa
Dengan pelaksanaan portofolio ini maka siswa yang dijadikan objek  merasa lebih termotifasi untuk mempelajari materi yang diberikan pada saat pembelajaran.




Bab II
Kajian Teori
2.1.      Pengertian Penilaian Portofolio
Portofolio pertama kali di gunakan dalam dunia seni, yang mengambil makna kumpulan hasil karya-hasil kaya seni para seniman. Kumpulan ini menunjukkan tingkat perkembangan kreatifitas seniman dalam berkarya. Dari sinilah portofolio dikembangkan menjadi sebuah penilaian yang di terapkan langsung dalam pendidikan seni yang selanjutnya portofolio berkembang ke bidang pendidikan bahasa, matematika, sains, dan ilmu-ilmu social.
Fajar (2002) mengemukakan bahwa portofolio sebagai model pembelajaran di adap tasi dari model “we the people… project citizen” yang dikembangkan oleh Center Cipic Education CCE yang berkedudukan di Calabas, Amerika Serikat. Model ini bersifat generic-pedagogik dan materinya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing Negara. Penilaian portofolio saat ini telah digunakan di Negara-negara berkembang sebagai sarana penilaian dalam pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar. Hal ini terjadi karena system pendidikan yang semakin berkembang yang akhirnya membutuhkan instrument penilaian yang memadai terhadap perubahan-perubahan yang di akibatkan perkembangan tersebut. Marhaeni (2006) mengemukakan bahwa di negara-negara maju, asesmen portofolio telah lama digunakan untuk instrument penilaian mahasiswa baru dan menilai perkembangan profesional seorang calon guru (teacher education).  Universitas Tokyo adalah salah satu perguruan tinggi pertama yang menggunakan portofolio sebagai bahan pertimbangan penerimaan mahasiswa baru. Di Amerika Serikat bahkan beberapa distrik dan negara bagian telah menggunakan asesmen portofolio secara formal, seperti di San Diego dan Vermont. Di Indonesia, wacana tentang asesmen portofolio banyak terdengar sejak lahirnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dimana asesmen portofolio merupakan salahsatu pendekatan asesmen yang paling komprehensif yang digunakan.
Portofolio berasal dari bahasa inggris “portofolio” yang dapat diartikan sebagai dokumentasi atau surat-surat. Menurut Marhaeni (2007) Portofolio adalah sekumpulan artefak (bukti karya/kegiatan/data) sebagai bukti (evidence) yang menunjukkan perkembangan dan pencapaian suatu program. Asesmen portofolio adalah suatu pendekatan asesmen yang komprehensif karena: (1) dapat mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara bersama-sama, (2) berorientasi baik pada proses maupun produk belajar, dan (3) dapat memfasilitasi kepentingan dan kemajuan peserta didik secara individual
Dari berbagai pandangan tentang penilaian portofolio maka dapat disimpulkan bahwa penilaian portofolio merupakan merupakan kumpulan atau dokumen-dokumen dan hasil karya siswa yang memberikan gambaran tentang perkembangan diri siswa saat mengalami proses pembelajaran baik dipandang dari perkembangan aspek kognitif, afektif maupun psikomotornya. Beranjak dari pagertian tersebut maka penilaian portofolio sangat cocok diterapkan kurikulum KTSP.
Supranata dan Hatta (2004) menyatakan bahwa portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan dalam perusahaan. Dalam dunia pendidikan portofolio merupakan dokumen-dokumen yang di kumpulkan peserta didik yang berupa dokumen pembelajaran termasuk lembar kerja dan lembar informasibaik yang di peroleh dari guru referensi atau sumber lain yang berkaitan dengan ilmu yang sedang di pelajarinya. Sedangkan bagi guru portofolio merupakan dokumentasi semua bahan dan sumber dalam proses oembelajaran yang berperan sebagai instrument evaluasi diri dan peserta didik.
2.2.      Pandangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Terhadap Penilaian Portofolio
Nasution (1989) mendifinisikan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. Dalam hal ini kurikulum dibedakan menkadi 2 yaitu kurikulum formal dan kurikulum non formal. Kurikulum formal merupakan kurikulum yang meliputi: (1) tujuan pelajaran, umum dan spesifik, (2) bahan pelajaran yang tersusun sistematis, (3) strategi belajar mengajar serta kegiatan-kegiatannya, (4) system eveluasi untuk mengetahui hingga mana tukuan tercapai.Sedangkan kurikulum non formal meruapakan kegiatan-kegiatan yang juga direncanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pelajaran akademis dan kelas tertentu.
Dari pengertian tersebut maka dapat di pahami tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Menurut Koyan (2007) KTSP adalah kurikulum oprasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Dalam pengembangannya KTSP memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) berpusat pada potensi ,perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan olmu pengetahuan, teknologi dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan hidup, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Dipandang dari prinsip-prinsip tersebut, maka KTSP merupaka kurikulum yang mementingkan keseimbangan perkembangan aspek kognitif, afektih dan psikomotor siswa, sehingga pendidikan bukan hanya sekedar teori, melainkan praktek dan sikap yang disesuaikan dengan pekembangan zaman. Dengan alasan ini maka penilaian portofolio memiliki karakteristik yang cocok untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan kurikulum KTSP, karena porto folio mencakup gambaran berbagai aspek perkembangan siswa yang dapat dapat digunakan olehguru sebagai dasar pengembangan proses pembelajaran selanjutnya.
2.3.   Fungsi, Tujuan, Prinsip, dan Karakteristik Penilaian Portofolio
Menurut Surapranata dan Hatta( 2004) portofolio berfungsi  untuk: (1) melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar, (2) perluasan dimensi belajar, (3) pembaharuan kembali proses belajar mengajar, (4) penekanan pada pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar. Sedangkan tujuan portofolio adalah: (1) menghargai perkembangan yang dialami siswa, (2) mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung, (3) memberi perhatian atas prestasi kerja siswa yang terbaik, (4) merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi, (5) meningkatkan efektivitas proses pengajaran, (6) bertukar informasi dengan orang tua wali dan guru lain, (7) bembina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa, (8) meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri, (9) embantu siswa dalam merumuskan tujuan. Prinsip penilaina pertofolio adalah: saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan dan kesesuaian, penciptaan budaya mengajar, refleksi bersama, proses dan hasil.
 Karakteristik portofolio adalah: (1)  multi sumber yaitu memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence,(2) autentik artinya evidence  peserta didik yang dinilai haruslah berkaitan dengan program pengajaran, kriteria, kegiatan, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang hendak dicapai, (3) dinamis artinya mencakup perkembangan dan perubahan (capturing growth and change), (4) eksklusit artinya semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasa dan indikator harus dinyatakan secara jelas, (5) integrasi artinya berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata, (6) kepemilikan artinya tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain tetapi harus menyambungkan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, atau indikator pencapaian belajar, (7) beragam tujuan artinyadilaksanakan tidak hanya mengacu pada satu standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar, tetapi juga mengacu keberbagai tujuan pembelajaran.
2.4.      Pedoman dan langkah-langkah penyusunan portofolio
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:
1. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
2. Saling percaya antara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.
3. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan.
4. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
5. Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
6. Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.
7. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.
8. Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.

Secara umum penilaian penerapan penilaian portofolio dapat dilalui dengan 3 taha, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, dan Analisis.
a). Perencanaan
(1)   Menentukan tujuan dan fokus (standar kompetensi, kompetensi dasar, kriteria keberhasilan)
(2)   Merencanakan isi portofolio, yang meliputi pemilihan prosedur asesmen, menentukan isi/topik, dan menetapkan frekuensi dan waktu dilakukannya asesmen.
(3)   Mendesain cara menganalisis portofolio, yaitu dengan menetapkan standar atau kriteria penilaian, menetapkan cara memadukan hasil penilaian dari berbagai sumber, dan menetapkan waktu analisis.
(4)   Merencanakan penggunaan portofolio dalam pembelajaran, yaitu berupa pemberian umpan balik.
(5)   Menentukan prosedur pengujian keakuratan informasi, yaitu menetapkan cara mengetahui reliabilitas informasi dan validitas penilaian.
b). Implementasi model (terpadu dengan pembelajaran)
            (1) Mengumumkan tujuan dan fokus pembelajaran kepada peserta didik.
            (2) Menyepakati prosedur asesmen yang digunakan serta kriteria                                   penilaiannya.
(3) Mendiskusikan cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil                       maksimal.
            (4) Melaksanakan asesmen portofolio (folder, evaluasi diri)
            (4) Memberikan umpan balik terhadap karya dan evaluasi diri
c). Analisis portofolio peserta didik
            (1) Mengumpulkan folder
            (2) Menganalisis berbagai sumber dan bentuk informasi
            (3) Memadukan berbagai informasi yang ada
            (4) Menerapkan kriteria penilaian yang telah disepakati
            (5) Melaporkan hasil asesmen

2.5.      Jenis-jenis penilaian portofoliao
2.5.1.      Portofolio proses
Menurut Tatang Herman (2009) Portofolio proses mengandung semua segi atau fase dari proses belajar. Biasanya sangat bermanfaat mendokumentasi proses belajar siswa secara menyeluruh. Dalam hal ini guru perlu mengetahui bagaimana siswa memadukan pengetahuan atau keterampilan yang bersifat khusus dengan progres dalam membangun pemahaman dasar dan pemahaman yang lebih kompleks. Dengan demikian. portofolio proses lebih menekankan pada refleksi siwa terhadap proses belajar, sehingga entri-entrinya termasuk jurnal reflektif, learning log, dan bentuk lainnya yang menunjukkan  proses metakognitif
2.5.2.      Portofolio pameran,
Wahono Widodo (2009) mengemukakan bahwa Di dalam portofolio “pameran” atau protofolio contoh, guru menyediakan daftar isi suatu topik, dan siswa mengevaluasi elemen-elemen untuk portofolionya dan memberikan alasan rasional untuk tiap seleksinya. Siswa diingatkan untuk tidak sekedar memasukkan karya yang dinilai baik oleh guru, akan tetapi harus pula mempertimbangkan audien dan tujuan portofolio itu. Di dalam evaluasi portofolio, guru melakukan pertemuan dengan siswa, dan guru memberikan umpan balik  sumatif terhadap produk siswa serta umpan balik formatif tentang alasan siswa selama proses seleksi karyanya. Portofolio pameran merupakan suatu bentuk portofolio
2.5.3.      Portofolio refleksi
Menurut Hein & Price ( dalam Wahono Widodo, 2009)  refleksi merupakan bagian terpenting dalam proses portofolio. Siswa dapat menjelaskan secara lisan maupun tertulis mengapa siswa menyeleksi seperti itu dan penjelasan tersebut merupakan bagian dari portofolio. Proses portofolio mendorong siswa menjadi pebelajar reflektif  tentang apa yang telah mereka kerjakan, kesulitan-kesulitan yang ditemui, dan apa yang telah dipelajarinya





BAB III
Analisis Hasil Karya Siswa

Proses pelaksanaan portofolio ini dilakukan secara langsung di rumah siswa. Proses dilakukan dengan menjajagi terlebih dahulu siswa yang dijadikan objek, selanjutnya direncanakanlah jadwal pertemuan dengan siswa. Pada saat pembelajaran terlebiih dahulu siswa diberikan materi secara umum, selanjutnya siswa diberikan masalah untuk dipecahkan sendiri, sehingga siswa benar benar mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Dengan berbagai motivasi yang diberikan, maka siswa memiliki semangat untuk mengikuti proses pembelajaran dan proses pengerjaan tugas. Hal ini juga berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan peserta didik.
Analisis karya siswa dilakukan melalui 3 tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap pengumpulan hasil karya, dan tahap analisis karya siswa.  
1.      Tahap Perencanaan
Isi portofolio adalah tinjauan proses dan hasil pembelajaran yang berupa: sikap siswa dalam pembelajaran, proses pengerjaan tugas, dan hasil karya yang di tampilkan. Isi tersebut mengacu pada kompetensi yang ingin di capai dalam pembelajaran. Mata pelajaran yang dibelajarkan kepada siswa adalah mata pelajaran Matematiak semester 2 dengan materi Bangun Ruang
Dalam tahap ini disusun tujuan penilaian, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (terlampir), rubric,  standar nilai evidence dan jadwal pertemuan dengan siswa. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penilaian ini pada dasarnya sama dengan tujuan yang dipaparkan dalam kajian teori.
Berikut ini adalah silabus beserta RPP lengkap dengan LKS dan rubrik  yang digunakan dalam prosoes pembelajaran






Pertemuan 1
Rencana Pelaksanaan Pembalajaran
(RPP)

Nama Sekolah                       : SD N Bestala
Mata Pelajaran                      : Matematika
Subtematema                         :Bangun Ruang Sederhana
Kelas/Semester                      : IV/2
Alokasi Waktu                       : 35 menit ( 1 x pertemuan )

Standar Kompetensi:
8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Kompetensi Dasar:
8.1. Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana
Indikator
1.      Mengklasifikasikan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar yang termasuk kedalam jenis kubus, balok, tabung, kerucut dan bola
2.      Mengidentifikasi sifat-sifat kubus
3.      Mengidentifikasi sifat-sifat balok
4.      Medentifikasi sifat-sifat tabung, kerucut dan bola
Tujuan
1.      Mengetahui jenis-jenis benda yang ada disekitar siswa yang termasuk bangun ruang
2.      Mengetahui sifat-sifat kubus
3.      Mengetahui sifat-sifat balok
4.      Mengetahui sifat-sifat tabung, kerucut dan bola
Uraian Materi
Dalam bangun ruang dikenal istilah sisi, rusuk, dan titik sudut. Mari kita perhatikan bangun ruang berikut ini.
Pertemuan 1
 

Sisi adalah bidang atau permukaan yang membatasi bangun ruang. Rusuk adalah garis yang merupakan pertemuan dari dua sisi bangun ruang. Titik sudut adalah titik pertemuan dari tiga buah rusuk pada bangun ruang.
a.       Sifat-sifat kubus
Ø  Mempunyai 6  sisi pada bangun ruang kubus .Sisi-sisi kubus tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang berukuran sama.
Ø  Mempunyai 12  rusuk pada bangun ruang kubus.Rusuk-rusuk kubus tersebut mempunyai panjang yang sama.
Ø  Mempunyai  8  titik sudut pada bangun ruang kubus.
b.      Sifat-sifat balok
Ø  ada  6  sisi pada bangun ruang balok.
Sisi ABCD = sisi EFGH
Pertemuan 1
Sisi BCFG = sisi ADHE
Sisi ABFE = sisi EFGH
Ø  ada  12  rusuk pada bangun ruang kubus.
Rusuk AB = rusuk EF = rusuk HG = rusuk DC
Rusuk BC = rusuk FG = rusuk EH = rusuk AD
Rusuk AE = rusuk BF = rusuk CG = rusuk DH
Ø  Mempunyai  8  titik sudut pada bangun ruang balok
c.       Sifat-sifat tabung, krucut dan balok
 
Gambar Bola
Gambar Kerucut
Gambar Tabung
 






           
Bangun ruang tabung mempunyai 3 buah sisi, yaitu sisi lengkung, sisi atas, dan sisi bawah. Tabung mempunyai 2 buah rusuk, tetapi tidak mempunyai titik sudut.
Bangun ruang kerucut mempunyai dua buah sisi, yaitu sisi alas dan sisi lengkung. Kerucut hanya mempunyai sebuah rusuk dan sebuah titik sudut yang biasa disebut titik puncak.
Yang terakhir, bangun ruang bola hanya memiliki sebuah sisi lengkung yang menutupi seluruh bagian ruangnya.

Pertemuan 1
Kegiatan Pembelajaran
  1. Pendahuluan
a.       Kordinasi dan mempersiapkan siswa untuk belajar
b.      Mengingatkan kembali, menghubungkan, mengkaitkan materi yang sudah di ajarkan sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan. (Apersepsi)
c.       Menjelaskan tujuan dan langkah belajar.

  1. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1.      Guru menjelaskan tentang bangun ruang secara umum
Elaborasi
2.      Siswa mencatat benda-benda yang ada di sekitarnya  yang termasuk bangun ruang
3.  Siswa membandingkan sifat-sifat yang dimiliki benda yang dicatat tersebut dengan media bangun ruang yang di bawa guru
4.  Siswa mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang yang ada dalam benda tersebut
5.  Siswa mengkalasifikasikan benda-benda tersebut sesuai dengan jenisnya
Konfirmasi
6.      Siswa merefleksi hasil kerjanya.
7.      Siswa mengumpulkan hasil kerjanya (identifikasi benda-benda berbentuk bangun ruang)


  1. Pertemuan 1
    Kegiatan penutup
1.      Siswa dan guru meresume/menyimpulkan hasil kegiatan pembelajan.
2.      Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja siswa dan memberikan pekerjaan rumah kepada siswa (mendata lagi benda-benda yang ada di lingkungan sendiri yang berbentuk bangun ruang ruang)
Pendekatan Pembelajaran
            Contextual Teaching and Learning (CTL) atau Pendekatan Kontekstual
Alat dan Bahan
Buku teks, benda-benda sekitar siswa, media berupa bangun ruang
Penilaian
Rubrik (terlampir)
Bestala, Minggu 9 Mei 2010
Mahasiswa Pengajar


Ketut Suardina

 




Pertemuan 1
L K S
(Lembar Kerja Siswa)
 BANGUN RUANG SEDERHANA
Kegiatan 1
 


1.      Ambillah buku catatan dan data benda-benda di sekitarmu yang termasuk ke dalam jenis bangun ruang!
2.      Amati dan catat sifat-sifat benda tersebut!
3.      Kalasifikasikan benda-benda yang sudah didata itu sesuai dengan jenis bangunnya!
Table Klasifikasi Benda
No

Nama Benda
Sifat-Sifat Benda
Jenis Bangun












































Pertemuan 1
Kegiatan 2


Salin kedalam kertas kerja dan lengkapi titik yang ada dalam table dengan jawaban yang benar! (Untuk dikerjakan di rumah)





Pertemuan 1
Rubrik
Nama Siswa:
Ranah
Aspek
Skor
1
2
3
4
5
Kognitif
1.      Dapat mendata benda-benda yang termasuk bangun ruang





2.      Dapat membandingkan ciri-ciri benda dengan media bangun ruang yang di bawakan guru





3.      Dapat mengklasifikasikan benda-benda tersebut jedalam jenis-jenis bangun ruang





4.      Dapat  mengidentifikasi sifat-sifat yang dimiliki bangun ruang





Afektif
1.      Sikap yang ditunjukkan  dalam berinteraksi dengan guru





2.      Sikap dalam mengambil keputusan





3.      Control emosi saat bekerja





Psikomotor
1.      Cara siswa bekerja





2.      Kerapian pekerjaan





3.      Kerapian tulisan





Catatan Guru
:



Refleksi Diri
Pertemuan 1
Refleksi Diri
Nama               :
Karya              :
Hari/tanggal    :
Mata pelajaran:
Sub Tema        :
Komponen
Refleksi
Kegiatan 1
Klasifikasi benda-benda yang berbentuk bangun ruang






Kegiatan 2
Melengkapi Tabel

















Pertemuan 2
Rencana Pelaksanaan Pembalajaran
(RPP)

Nama Sekolah                       : SD N Bestala
Mata Pelajaran                      : Matematika
Subtematema                         : Jaring-Jaring Kubus dan Balok
Kelas/Semester                      : IV/2
Alokasi Waktu                       : 2x35 menit ( 1 x pertemuan )

Standar Kompetensi:
8. Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Kompetensi Dasar:
8.2. Menentukan jaring-jaring balok dan kubus

Indikator
1.      Mengamati struktur jarring-jaring kubus dan balok
2.      Membuat berbagai bentuk  jaring-jaring kubus dan balok
3.      Membuat jaring-jaring kubus dan balok
Tujuan
5.      Mengetahui system terbentuknya jarring-jaring kubus dan balok
6.      Mengetahui berbagai jenis jaring-jaring yang bias membentuk bangun kubus dan balok
7.      Mengetahui cara membuat jaring-jaring kubus dan balok
Uraian materi
            Bangun ruang kubus dan balok terbentuk dari bangun datar persegi dan persegi panjang. Gabungan dari beberapa persegi yang membentuk kubus disebut  jaring-jaring kubus. Sedangkan jaring-jaring balok adalah gabungan dari beberapa persegi panjang yang membentuk balok.
Pertemuan 2
Kegiatan Pembelajaran
  1. Pendahuluan
d.      Kordinasi dan mempersiapkan siswa untuk belajar
e.       Mengumpulkan PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya
f.       Mengingatkan kembali, menghubungkan, mengkaitkan materi yang sudah di ajarkan sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan. (Apersepsi)
g.      Menjelaskan tujuan dan langkah belajar.
  1. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1.      Guru menjelaskan singkat  tentang jaring-jaring balok dan kubus secara umum
Elaborasi
2.      Siswa menganalisis bentuk jarring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok
3.      Siswa mencatat hasil analisis.
4.      Siswa menyalin hasil analisi ke dalam kertas kerja.
5.      Guru memberikan penguatan-penguatan terhadap siswa.
Konfirmasi
6.      Siswa merefleksi hasil kerjanya.
7.      Siswa mengumpulkan hasil kerjanya
  1. Kegiatan penutup
3.      Siswa dan guru meresume/menyimpulkan hasil kegiatan pembelajan.
4.      Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja siswa
5.      Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa (membuat sebuah jarring-jaring balok dan kubus dengan kertas manila)
Model  Pembelajaran
Inkuiri
Alat dan Bahan
Buku teks, kertas A4, media berupa bangun ruang
Penilaian
Rubrik (terlampir)















Pertemuan 2
L K S
(Lembar Kerja Siswa)
 Jaring-Jaring Kubus dan Balok
Kegiatan 1
 


Mari menentukan manakah di antara gambar berikut yang merupakan jaring-jaring kubus !




Mari menentukan manakah di antara gambar berikut yang merupakan jaring-jaring balok !






Kegiatan 2
Buatlah jaring-jaring  kubus dan balok semenarik mungkin dengan kertas manila atau kertas gambar. Buat dengan ukuran bebes (sebagai pekerjaan rumah
 



Rubrik
Nama Siswa:
Ranah
Aspek
Skor
1
2
3
4
5
Kognitif
1.      Dapat mengidentivikasi dengan cermat bagian-bagian dari jarring-jaring kubus dan balok





2.      Dapat menyimpulkan dengan dengan tepat hasil identifikasi





3.      Dapat mengklasifikasikan beberapa bentuk jarring-jaring yang dapat membentuk kubus dan balok





4.      Dapat  memberikan alasan yang tepat dari masing-masing klasivikasi tersebut





Afektif
1.      Sikap yang ditunjukkan  dalam proses pembelajaran





2.      Sikap dalam mengambil keputusan





3.      Control emosi saat bekerja





Psikomotor
4.      Cara siswa bekerja





5.      Kerapian pekerjaan





6.      Kerapian tulisan





Catatan Guru




Refleksi Diri




















Refleksi Diri
Nama               :
Karya              :
Hari/tanggal    :
Mata pelajaran:
Sub Tema        :
Komponen
Refleksi
Kegiatan 1
Klasifikasi jarring-jaring  yang dapat membentuk bangun ruang



Kegiatan 2
Membuat jarring-jaring kubus dan balok















Standar nilai yang di gunakan untuk menilai hasil karya siswa adalah sebagai berikut:
100 – 85 =A (Istimewa)
84 – 75   = B (Baik)
74 – 55   = C (Cukup)
54 – 0     = D (kurang)
            Jika hasil karya siswa hanya mampu meraih nilai cukup atau kurang, maka perlu diadakan pembenahan terhadap scenario pembelajaran atau mengganti model yang digunakan dalam pembelajaran dan menjelaskan kembali dengan sebaik-baiknya materi yang disampaik. Namun jika siswa memperoleh nilai baik atau istimewa maka model pembelajaran tetap di pertahankan dan dikembangkan lagi agar siswa biasa mempertahankan dan meningkatkan nilai tersebut untuk hasil karya yang berikutnya.
Berikut ini adalah  jadwal pertemuan dengan siswa:
Pertemuan
Hari/tanggal/bulan/tahun
Kegiatan
SK
KD
Ket.

Selasa/11/5/ 2010
Penjajagan



Pertemuan I
Minggu/16/5/ 2010
Penyajian materi dan pengerjaan tugas
Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana


Pertemuan II
Minggu/23/5/
2010
Penyajian materi,  pengerjaan tugas
Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar
Menentukan jaring-jaring kubus dan balok

Pertemua III
Minggu/30/ 2010
Pemberian umpan balik, perbaikan hasil karya, refleksi diri




Setiap ada waktu luang setelah tgl 30 mei
ANALISIS HASIL KARYA




2.      Tahap  pengumpulan data
Tahap pengumpulan data ini merupakan tahap implementasi RPP atau proses penyelenggaraan pembelajaran yang sudah sepenuhnya di rancang pada tahap I. Dalam proses penyelenggaraan pembelajaran ini diberikan tugas-tuga yang merupakan bentuk hasil karya siswa. Dalam tahap ini juga didapatkan berbagai informasi tentang perkembangan siswa secara langsung baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor melalui instrument penilaian yang berupa rubric. Selanjutnya data-data perkembangan dan hasil karya siswasiswa dikumpulkan dan disimpan dalam satu map.
Berikut ini adalah beberapa hasil dokumentasi saat proses pembelajaran berlangsung







Gambar 1 proses pengerjaantugas



Gambar 2 proses revisi tugas
3.      Tahap analisis hasil karya siswa.
Dari proses pembelajaran yang di sajikan pada setiap pembelajaran, maka  didapatkan hasil karya yang berupa laporan klasifikasi benda berbentuk bangun ruang yang ada disekitar siswa, tabel hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang, data pengamatan tentang bentuk jarring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok, jaring- jaring bangun rung dan balok.
Berikut adalah analisis hasil karya tersebut:
a.       Hasil karya siswa dalam pertemuan I : klasifikasi benda  berbentuk bangun ruang
Ø  Rubric (ada dalam arsip)
Melalui rubric ini diperoleh nilai sebagai berikut:
Total skor  = jumlah skor x  ×  2
                  =  ((3 × 3) + (4 × 5) + (5 × 2)) × 2
                  = 39 × 2
                  = 78
Jika disesuaikan dengan criteria penilaian, maka nilai hasil karya siswa ini adalah Baik
Ø  Hasil karya ( ada dalam arsip)
Ø  Catatan refleksi guru terhadap proses pembelajaran (ada dalam arsip)
Sesuai dengan data yang didapat langsung dalam proses pembelajaran, maka bisa dibilang kegiatan pembelajaran sudah berjalan dengan  “baik”
Ø  Refleksi diri (ada dalam arsip)
Refleksi diri menyatakan bahwa siswa cukup puas dengan proses pembelajaran yang sudah dilaluinya.
b.      Tabel hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang (merupakan tugas rumah)
Ø  Rubric (ada dalam arsip)
Nilai yang diperolehadalah 90. Angka tersebut  menunjukkan bahwa siswa telah memahami tentang materi yang disampaikan pada saat pembelajaran
Ø  Hasil karya (ada dalam arsip)
Ø  Refleksi diri (ada dalam arsip)
Sesuai dengan data refleksi diri, Siswa merasa  lebih mengerti terhadap konsep unsure-unsur bangun ruang
            Berikut ini adalah arsip pertemuan 1:



























c.       Data pengamatan tentang  jaring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok
Ø  Rubric (ada dalam arsip)
Nilai yang didapat adalah sesuai dengan data yang ditunjukkan dalam rubric adalah:
Total skor = jumlah skor x  ×  2
                  =  ((3 × 1) + (4 × 7) + (5 × 2)) × 2
                  = 41 × 2
                  = 82
Jika disesuaikan dengan criteria penilaian, maka nilai hasil karya siswa ini adalah Baik
Ø  Hasil karya (ada dalam arsip)
Ø  Catatan dan refleksi guru terhadap proses pembelajaran (ada dalam arsip)
Sesuai data yang didapat dari proses pembelajaran maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran berjalan dengan baik
Ø  Porto folio pameran
Ø  Portofolio refleksi: (ada dalam arsip)
Data refleksi diri menyatakan bahwa siswa cukup puas dengan pembelajaran yang telah dilaluinya.
d.      Jaring- jaring bangun rung dan balok (merupakan tugas rumah)
Ø  Rubric (ada dalam arsip)
Skor  yang diperoleh dari karya  ini adalah 96, jika di masukkan dalam criteria penilaian maka karya ini mendapatkan nilai Amat Baik.
Ø  Hasil karya (ada dalam arsip)
Ø  Portofolio refleksi: (terlampir)
Dari data refleksi ini, maka dapat dinyatakan bahwa siswa cukup puas dengan pembelajaran yang telah dilaluinya
            Berikut ini adalah arsip pertemuan 2:


















BAB IV
Pembahasan
 Hasil analisis terhadap karya siswa pada saat pembelajaran dan hasil karya yang dikerjakan dirumah (PR), menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh siswa mengalami peningkatan. Berikut ini adalah table perolehan nilai hasil karya siswa dari pertemuan 1 sampai pertemuan 2.
No
Hasil karya
Total skor
Nilai
1
klasifikasi benda  berbentuk bangun ruang
79
Baik
2
Tabel hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang (tugas rumah)
90
istimewa
3
Data pengamatan tentang  jaring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok
82
Baik
4
Jaring- jaring bangun rung dan balok (tugas rumah)
96
Istimewa

 Pada pertemuan pertama siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan mengerjakan tugas sesuai petunjuk. Hal ini ditunjukkan dari data-data harian (catatan dan refleksi guru terhadap proses pembelajaran) dan skor yang ditunjukkan oleh hasil karya siswa. Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa siswa mampu mencapai nilai “baik” terhadap proses pembelajaran dan hasil karya yang di buat. Hasil karyanya adalah berupa table klasifikasi benda berbentuk bangn ruang. Nilai hasil karya tersebut tersebut ditunjukkan dengan total sekor 79. Ketika skor tersebut dimasukkan dalam criteria penilaian maka memang benar karya tersebut menunjukkan nilai yang “baik”
Selanjutnya tugas rumah pada pertemuan 1  yang menghasilkan karya berupa Tabel hasil identifikasi unsure-unsur bangun ruang (tugas rumah) memperoleh skor 90. Skor tersebut jika di masukkan dalam criteria penilaian, maka nilai yang diperoleh adalah “istimewa”. Sesuai dengan data pengamatan siswa mengerjakan tugas tersebut dengan mandiri tanpa bantuan orang lain. Dengan data tersebut maka dapat di simpulkan bahwa siswa telah memahami dengan baik tentang materi bangun ruang.
Pada pertemuan 2, pembelajaran membahas tentang jarring-jaring kubus dan balok. Karya yang dihasilkan pada saat pembelajaran adalah data pengamatan tentang  jaring-jaring yang dapat membentuk bangun ruang kubus dan balok. Karya ini memperoleh sekor 82. Jika dibandingkan dengan hasilkarya pada proses pembelajaran pada pertemuan 1,  maka dapat dilihat suatu peningkatan perolehan skor. Yaitu dari skor 79 ke skor 82. Hal ini menunjukkan motivasi siswa dalam belajar sudah mengalami peningkatan. Selain itu, data pengamatan guru pada saat pembelajaran juga menunjukkan bahwa siswa memang benar sungguh-sungguh mengikuti pelajaran, sehingga dapat di katakana bahwa pembelajaran berjalan dengan efektif.
Pada pertemuan 2 ini juga menghasilkan karya yang merupakan  pekerjaan rumah berupa jarring-jaring kubus dan balok. Hasil karya ini memperoleh skor tertinggi dari yang lainnya yaitu 96. Skor ini jika dimasukkan kedalam criteria penilaian maka nilai yang di peroleh adalah “istimewa”. Jika dibandingkan dengan skor pekerjaan rumah pada pertemuan satu, maka dapat dilihat peningkatan perolehan skor yaitu dari 90 ke 96. Selain itu, sesuai dengan data yang didapat siswa memang mengerjakan tugas secara mandiri, dalam artian tankpa bantuan orang lain, sehingga jika data tersebut di akumulasikan maka dapat di simpulkan bahwa siswa sudah memahami materi yang disampaikan pada saat pembelajaran.
Melihat perolehan skor hasil karya siswa maka jarring-jaring kubus dan jaring-jaring balok merupakan karya terbaik siswa. Karya ini patu di pamerkan baik kepada kepala sekolah, guru-guru pengajar siswa yang ada disekolahnya, teman-temannya, maupun kepada orang tua siswa.


BAB V
Penutup
5.1.   Simpulan
Penilaian Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan sebagai bukti perkembangan dan prestasi yang ditunjukkan siswa tersebut dalam hubungannya dengan kompetensi berpikir, sikap, dan ketrampilannya.
Dalam laporan penyusunan portofolio ini ditemukan peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari skor karya siswa (pengerjaan LKS) pada pertemuan 1 yaitu 79 (Baik), dan sedangkan pada pertemuan 2 yaitu 82(Baik). Sedangkan skor tugas rumah pada pertemuan 1 yaitu 90(Istimewa) dan pada pertemuan 2 yaitu 96(Istimewa). Selain dengan tuga, dapat juga dilihat dari data hasil pengamatan dan refleksi siswa, maka dapat dinyatakan bahwa proses yang terjadi pada saat pembelajaran berjalan dengan efektif.
5.2.   Saran
Bagi siswa
Melihat prestasi yang cukup bagus, maka diharapkan siswa untuk terus belajar dengan giat agar bisa dapat memperoleh nilai yang lebih bagus dari sebelumnya.
Bagi pembaca
Setidaknya pembaca harus bisa menghargai hasil karya siswa, agar motivasi belajar siswa bisa meningkat.






Daftar Pustaka

Fajar, Arnie. 2004. Portofolio Dalam Pelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosadakarya
Koyan, I Wayan. 2007. Telaah Kurikulum (Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Singaraja: Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha
Marhaeni, A.A. Istri. N. 2006. Asesmen Portofolio Dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha
Marhaeni, A.A. Istri. N. 2007. Asesmen Otentik Dalam Rangka Ktsp Suatu Upaya Pemberdayaan Guru dan Siswa. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha
Nasution.1989. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Bumi Aksara
Supranata, Sumarna & Hatta, Muhammad. 2004. Penilaian Portofolio Implementasi Kurikulum 2004.Bandung: PT Remaja Rosadakarya
Tatang, Herman (2009). Inovasi Pembelajaran Melalui Portofolio. http://vahonov.files.wordpress.com/2009/07/asesmen-portofolio.pdf. diakses pada tanggal 1 juni 2010
Wahono, Widodo. 2009. Asesmen Portofolio. http://vahonov.files.wordpress.com/2009/07/asesmen-portofolio.pdf. diakses pada tanggal 1 juni 2010






Penilaian Portofolio



Identitas Siswa:
1.      Nama                        : Ketut Artiasih
2.      Kelas/smt                 : IV/II
3.      Asal Sekolah            : SD N Bestala
4.      Alamat siswa            : Desa Bestala, Kec. Seririt, Kab.
                                    Buleleng                  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar